Cara membuat daftar pustaka

Bagi kamu yang sedang membuat laporan ilmiah atau laporan penelitian, pasti sering berkutat dengan daftar pustaka. Selain itu, kamu yang lagi membuat skripsi, buku atau apapun yang menggunakan referensi sumber lain wajib mencantumkan daftar pustaka dalam karya ilmiahnya. Cara membuat daftar pustaka memiliki aturan main sendiri, yang kalau nggak diikuti dengan baik, maka hal itu akan membuat kamu menjadi orang yang tidak tahu aturan main, bahkan bisa bisa laporan atau karya ilmiah kamu nggak diterima.

Daripada nggak diterima, kemudian kamu harus mengedit dan merubahnya lagi, maka lebih baik kamu ketahui cara membuat daftar pustaka berikut ini :

Kamu perlu:

  • Cara penulisan nama
  • Cara format tulisan
  • Urutan pencantuman

Langkah 1: Penulisan Nama

Penulisan nama dalam daftar pustaka, berbeda dengan menulis nama pada umumnya. Yang pertama dituliskan adalah nama belakang, yang diikuti dengan tanda baca “koma”, dan nama depan depan ditulis sesudahnya.

Contoh:
Nganga, Udin
Tanjung, Akbar
Rais, Amien

Langkah 2: Format Tulisan

Format penulisan dalam daftar pustaka memiliki urutan sebagai berikut

[nama belakang], [nama depan], [gelar akademik]. [(tahun terbit buku)]. [Judul Buku]. [kota penerbit : nama penerbit]

Nama belakang : Huruf awal ditulis besar
Nama depan : Huruf awal ditulis besar
Gelar akademik : Dicantumkan setelah nama depan
Judul buku : Ditulis tebal dan miring

Langkah 3 : Urutan Pencantuman

Untuk urutan daftar pustaka, dengan memperhatikan abjad dari huruf pertama tiap daftar. Dimulai dari A – Z. Jadi, buat yang namanya “Zaenuddin, Didin” misalnya, sorry yah kamu berada di urutan terakhir dalam daftar pustaka. Itulah beberapa aturan dalam cara membuat daftar pustaka yang baik dan benar. Selamat mencoba!